× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Takut Ditembak Mati, Satu Pelaku Perampokan Toko Emas Menyerahkan Diri

Takut Ditembak Mati, Satu Pelaku Perampokan Toko Emas Menyerahkan Diri

1471
SHARE
Takut Ditembak Mati, Satu Pelaku Perampokan Toko Emas Menyerahkan Diri

Alifikri alias Ali Aput (45)Satu dari delapan orang pelaku perampokan toko emas Cahaya mjurni di sungai lilin muba, menyerahkan diri ke Polisi.

Palembang, sidaknews.com - Seorang tersangka dari delapan orang pelaku perampokan Toko Emas Cahaya Murni di sungai Lilin Muba akhirnya menyerahkan diri karena takut di tembak mati Polisi.

Alifikri alias Ali Aput (45) buruh tani warga desa Penyandingan kecamatan Tanjung Raja kabupaten Ogan Ilir Sumsel menyerahkan diri di antar oleh kakak kandungnya di rumah makan Siang Malam Prabumulih Jum'at (02/03) sekitar jam 21.00 kepada polisi.

"Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol.Suryadi yang di dampingi Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan, bahwa Tersangka mengaku menyerahkan diri kepada anggota Subdit 3 Jatanras unit IV atas kesadaran sendiri karena merasa bersalah dan takut di tembak mati polisi seperti dua rekannya Pendi dan Ali."Ucapnya. 

Ikut juga di serahkan barang bukti 1 pucuk senjata api dengan 6 amunisi serta uang Rp620.000 sebagai barang bukti milik tersangka.

Sebelum menyerahkan diri Ali Fikri mengaku lari ke Lahat lalu Bengkulu bermodalkan uang 2 juta hasil rampokan di kasih kepada Pendi, namun tidak membawa emas karena belum dibagikan oleh Pendi sebagai otak dan pimpinan perampokan Toko Emas.

"Tersangka mengaku saat beraksi ikut turun masuk ke toko Mas Cahaya Murni membawa pistol pemberian dari Pendi. Setelah beraksi hasil rampokan di kumpulkan oleh Pendi dan Ali, kemudian di timbang 4,6 kg berat seluruhnya. Saya tidak tau pasti berat emas itu ada yang bilang 4 Kg ada juga bilang 3,5 Kg karena Ali dan Pendi yang pegang," ujar tersangka.

Semua Pendi yang ngatur gambar dan menentukan lokasi, ngumpulkan kami dia juga termasuk siapkan pistol dan pelurunya kami, kami berempat di suruh pakai pistol, yang turun ke toko berempat sisanya empat nunggu di mobil dan motor Ali, jelasnya.

Tersangka juga meminta rekannya yang masih buron Hen, Jhon, Kay dan Wak Umar untuk secepatnya menyerahkan diri lebih baik dari pada mati dan di tembak polisi.

"Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol.Suryadi yang di dampingi Kanit IV Kompol Zainuri menngatakan tersangka Alifikri takut di tembak mati seperti Ali dan Pendi jadi menyerahkan di dampingi kekuarganya."Ujarnya.

Tambahnya, Tersangka pernah masuk penjara kasus jambret di Tanjung Raja OI di hukum.1,2 tahun penjara bebas bukan tobat malahan jadi rampok" ujar Suryadi. (lskandar Mirza)

 

 

VIDEO