× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Terdakwa Korupsi Monumen Bahasa Dituntut Bervariasi, Aripin Nasir Diganjar 78 Bulan

Terdakwa Korupsi Monumen Bahasa Dituntut Bervariasi, Aripin Nasir Diganjar 78 Bulan

238
SHARE
Terdakwa Korupsi Monumen Bahasa Dituntut Bervariasi, Aripin Nasir Diganjar 78 Bulan

Tanjungpinang, sidaknews.com - Jaksa Penuntut Umum tuntut tiga terdakwa kasus korupsi monumen bahasa di Pulau Penyengat, Tanjungpinang secara berbeda di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (23/3/2020).

Jaksa Sukamto menyatakan bahwa terdakwa Muhammd Yaser sebagai Direktur CV. Rida Djawar, Direktur PT Sumber Tenaga Baru (STB) Yunus dan mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Arifin Nasir terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Perbuatan ketiga terdakwa ini sebagaimana melanggar pasal 2 ayat 1 Junto Pasal 18 Junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," sebutnya.

Untuk itu, Jaksa minta menjalis hakim menghukum terdakwa M. Yaser dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta. Selain itu terdakwa juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1,9 Miliar, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan 4 tahun penjara.

"Kami minta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Yunus selama 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 Juta dan subsider 3 bulan kurungan," tegasnya.

Jaksa Pununtut Umum juga menuntut terdakwa Yunus untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 66,6 juta. Namun apabila terdakwa tidak mampu membayar maka diganti dengan 2 tahun 3 bulan penjara.

 Sementara itu, terdakwa Arifin Nasir dituntut 6 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 Juta dan subsider 3 bulan kurungan. Tak hanya itu terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp 157 Juta, jika tidak mampu membayar maka diganti dengan 3 tahun 3 bulan penjara.

 Atas tuntutan tersebut, ketiga terdakwa yang diwakili penasehat hukum masing-masing akan mengajukan pembelaan. Usai mendengarkan tuntutan itu, ketua majlis hakim Guntur Kurniawan didampingi hakim anggota Suherman dan Jonni Gultom menunda sidang hingga satu pekan mendatang. (BN/Red)