× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Terkait PDP Meninggal Dunia, Pemkab Sergai Gelar Konferensi Pers

Terkait PDP Meninggal Dunia, Pemkab Sergai Gelar Konferensi Pers

364
SHARE
Terkait PDP Meninggal Dunia, Pemkab Sergai Gelar Konferensi Pers

Bupati Sergai Ir H Soekirman selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 bersama para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD yang menjadi bagian Gugus Tugas, serta para Jurnalis cetak maupun daring saat menggelar Konferensi Pers di Rumah Di

Sergai, sidaknews.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar Konferensi Pers bertempat di Rumah Dinas Bupati di Sei Rampah, Senin (6/4).

Bupati Sergai Ir H Soekirman selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Sergai sesuai dengan Keppres Nomor 9 Tahun 2020, dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD yang menjadi bagian Gugus Tugas, serta para Jurnalis cetak maupun daring dalam kegiatan ini menyampaikan terkait Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Rumah Sakit Martha Friska Medan, Minggu (5/4).

Dalam Konferensi Pers tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa kronologis berawal dimana Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Sergai yang semula dirawat di RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi, kemudian di rujuk ke RSUD Sultan Sulaiman,

RSUD Sultan Sulaiman merupakan Rumah Sakit (RS) yang belum memiliki peralatan lengkap dengan akreditasi masih di bawah RS di Kota Tebing Tinggi maupun Kota Medan. Akan tetapi, demi rasa kemanusian terhadap masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat kemudian menerima pasien dan membawanya ke RS rujukan di Martha Friska Medan, imbuhnya.

Lanjut Bupati, saat ini hasil SWAP belum diketahui, namun karena status pasien yang meninggal adalah PDP maka harus dilakukan prosedur tetap (protap) sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjaga agar tidak menular dengan keluarga maupun petugas-petugas yang menanganinya.

Dalam menangani persoalan ini, kita harus selalu berhati-hati, karena hal ini berbeda dengan penyakit biasa, sebab jika yang bersangkutan dikatakan positif ternyata negatif maka kasihan keluarganya dengan pernyataan yang kita sebutkan di atas.

Saat ini, untuk keluarga beserta petugas yang mengurus PDP meninggal kemarin sekarang tetap dipantau sebagai ODP dan diisolasi mandiri di RSUD Sultan Sulaiman, tandasnya.

Menyikapi pertanyaan Jurnalis yang menanyakan hal anggaran yang dipergunakan Pemkab Sergai dalam menanggulangi dan penanganan Covid-19, Bupati menyebutkan saat ini Pemkab Sergai menggunakan dana Tidak Terduga sejumlah 500 juta yang tersedia.

Namun setelah ada Surat Edaran Mendagri yang menyebutkan Pemerintah Daerah harus melakukan Refocusing dan Realokasi APBD, dan dari hasil refocusing dan realokasi APBD tersebut, sudah tersedia dana Tak Terduga tambahan untuk percepatan penanggulangan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sergai sebesar 15 milyar.

Saat ini akan ada tambahan dengan baru turunnya surat edaran dari KPU Pusat tentang anggaran Pilkada terhadap para penyelenggara Pilkada yang yang telah menandatangani naskah perjanjian hibah, dana yang tersisa dan belum dipergunakan akan dikembalikan untuk dana percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Sergai. Maka itu, dana Pilkada akan digunakan untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19 ini, terang Soekirman.

Diutarakan Soekirman, hari ini kami akan melakukan progres Gugus Tugas yang dahulunya diketuai oleh Kepala BPBD dan hari ini sudah diketuai oleh Bupati. Selain itu, kita juga akan menyusun rencana, baik di bidang jaring pengaman sosial maupun masalah penanggulangan kesehatan, termasuk dengan kebutuhan awak media yang rentan akan tertularnya Covid-19 dalam menjalankan tugas jurnalis. Saat ini juga sedang dikaji bantuan untuk guru honor tenaga penyuluh dan juga petani.

Data ODP saat ini berjumlah 618, sedangkan PDP 11 orang (satu orang kemarin meninggal dunia), sementara yang positif sampai hari ini alhamdulillah belum ada, ungkapnya.

Diakhir kegiatan, Bupati menyampaikan himbauan kepada para pemudik untuk tidak mudik dahulu karena mudik adalah ancaman memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita berharap mereka tetap bertahan di rumah, karena jika mereka melakukan perjalanan mudik, mereka akan menambah jumlah ODP yang ada, selain itu setelah masuk mereka akan dikarantina selama 14 hari untuk memastikan tidak ada terjangkit Covid-19 tersebut.

Kepada masyarakat, diharapkan jangan panik karena panik adalah setengah dari penyakit. tetap tenang karena tenang adalah setengah dari kesembuhan, serta sabar karena sabar adalah proses penyembuhan, pungkas Bupati Soekirman.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga membagi-bagikan masker kepada para Jurnalis agar dalam menjalankan profesinya tetap terlindungi, sebab Jurnalis merupakan salah satu garda terdepan dalam diseminasi informasi penanggulangan Covid-19 ini. (RS)

VIDEO