× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Terkait Pekat, IMA Madina Kritisi Kinerja Polres Madina

Terkait Pekat, IMA Madina Kritisi Kinerja Polres Madina

305
SHARE
Terkait Pekat, IMA Madina Kritisi Kinerja Polres Madina

Ketua Umum DPP IMA Madina Sofyan Saputra Nasution.

Mandailing Natal, sidaknews.com - Terkait tindakan kriminal yang berkaitan dengan penyakit masyarakat, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) kritiki kinerja Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi.

Kritikan tersebut langsung Ketua Umum DPP IMA Madina Sofyan Saputra Nasution kepada wartawan melalui siaran persnya, sabtu (27/6/2020)

Ia menyampaikan, saat ini Kabupaten Madina mempunyai berbagai kasus kriminal yang menonjol. Seperti penyalahgunaan narkoba dan tindakan kejahatan pertambangan tanpa izin atau ilegal mining yang berpotensi mengancam stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat

"Kami menduga adanya pembiaran dari Polres Madina sehingga tindak kejahatan tersebut semakin meraja lela.

Dari berbagai permasalahan tersebut, IMA Madina membuat kesimpulan, yaitu:

"Pertama, hasil investigasi kami di lapangan bukan lagi rahasia umum tindak kriminal penyakit sosial perjudian bebas beroperasi secara massiv dan terstruktur di Kabupaten Madina. Kejahatan perjudian togel dan judi online/ sejenisnya seperti tidak tersentuh hukum sehingga membuat para pelakunya bebas berkeliaran, kami menduga adanya oknum kepolisian yang ikut membekingi serta melindungi praktik perjudian di wilayah hukum Polres Madina.

Kedua, tindak kriminal penyalahgunaan narkoba semakin menyerang dan merusak moral generasi muda, sampai hari ini masih banyak ditemukan ladang ganja di Madina, akibat penyalahgunaan narkoba tersebut menimbulkan banyak tindak kriminal lainnya seperti pencurian, pembegalan, penjarahan bahkan pembunuhan.

Ketiga, Berdasarkan investigasi yang dilakukan IMA Madina, ada perusahaan yang melakukan penambangan emas di Madina yang beroperasi sampai sekarang.

"Karena itu, jika dalam satu minggu setelah surat ini dikeluarkan tidak ada tindak lanjut sesuai yang kami harapkan, maka kami meminta bapak kapolres untuk mengundurkan diri, karena kami menganggap beliau tidak mampu dalam menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Madina sebagai wilayah kerjanya," kata Sofyan. (Putra)

VIDEO