× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Tersandung Kasus Amoral, Kades DBD Dituntut FPA Larang Berdinas

Tersandung Kasus Amoral, Kades DBD Dituntut FPA Larang Berdinas

279
SHARE
Tersandung Kasus Amoral, Kades DBD Dituntut FPA Larang Berdinas

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Aeramo di Kantor Desa Aeramo.

Nagekeo, sidaknews.com - Forum Peduli Aeramo (FPA) mendatangi Kantor Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada jumat, (25/09/2020) siang, menuntut agar persoalan amoral yang dilakukan kepala desa (kades) Aeramo berinisial "DBD" secepatnya diselesaikan.

FPA menilai tindakan Kades Aeramo, telah mencoreng nama baik desa Aeramo, melanggar hukum adat dan menodai tatanan budaya setempat, Sehingga Kades "DBD" diadukan oleh Forum Peduli Desa Aeramo kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aeramo dengan harapan agar kades Aeramo segera melakukan Klarifikasi secara resmi kepada masyarakat terkait dugaan perbuatan tidak senonoh yang dan tidak bermoral yang dilakukannya terkait mengirimkan gambar alat vital kepada "MS" warganya sendiri.

Dalam audiensi dengan BPD Aeramo, FPA yang dipimpin oleh Servasius Adha, yang juga merupakan Ketua Lembaga Pemangku Adat (LPA) desa Aeramo menyampaikan bahwa beberapa tuntutan diantaranya menuntut agar Kepala Desa Aeramo, segera melakukan Klarifikasi atas perbuatan yang dilakukannya, dan menuntut agar Kepala Desa Aeramo tidak boleh berkantor di desa Aeramo selama persoalan yang menimpa dirinya belum menunjukan titik terang.

"Sepanjang masalah ini sdah mencuat sudah menjadi konsumsi publik, masyarat Nagekeo seluruh, bahkan masyarakat NTT, dan Indonesia pada umumnya dan sementara belum tau pasti siapa salah dan siapa benar, kami minta untuk sementara bapak desa Aeramo jangan dulu berkantor, untuk urusan pemerintahan desa ada staf, ada sekertaris dan sebagainya" ungkap Sius dengan lantang.

Lebih lanjut, situs menyampaikan harapan agar BPD Aeramo segera berkoordinasi dengan pemerintah yang lebih tinggi untuk menyikapi persoalan yang sedang dihadapi pemerintah Desa Aeramo agar lekas menuai solusi.

"Secepatnya disikapi secara prosedural untuk menyurati kepada camat, BPMD, Bupati, DPR, supaya lintas sektor mereka segera mengambil sikap, kami mohon aspirasi kami disampaikan" Tegas Sius Adha.

Pada kesempatan yang sama, dihadapan BPD, Ketua adat Suku Nataia, Patris Seo menyampaikan bahwa tindakan Kades Aeramo dinilai telah melanggar tatanan adat dan budaya masyarakat, maka sangat dibutuhkan seremoni adat untuk mengembalikan tatanan budaya yang ada.

"Dari sisi budaya Aeramo ini memang panas, sebagai ketua suku saya merasa panas, untuk menyejukkan kira -kira seperti apa? Hari ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan BPD, tidak gampang pimpinan, jika seorang pemimpin melakukan sesuatu yang salah, untuk memulihkan nama baik Aeramo dan Nataia seluruhnya, untuk menyejukkan kembali, kira-kira seperti apa?. Harapan kami sebagai fungsionaris suku, kita hidup diatas tanah, kita kuat dengan adat dan budaya karena Aeramo, Nataia hidup dengan adat dan budaya" Ungkap Ketua suku Nataia.

Sebagai ketua suku beliau menyatakan sikap untuk mendukung langkah-langka hukum yang akan ditempuh, namum berdasarkan konsekuensi adat dan budaya, beliau menegaskan harus melaui seremoni budaya dengan melakukan Upacara adat.

Menanggapi tuntutan FPA, Ketua BPD Aeramo, Saverius Geo, didampingi anggotanya menyatakan sikap untuk menindak lanjuti tuntutan Forum Peduli Aeramo dan melakukan langkah-langka persuasif untuk membangun komunikasi dengan semua elemen terkait masalah tidak bermoral yang lakukan kepala Desa Aeramo.

"Terimakasih ada niat baik dari Forum, dari suku untuk menyikapi masalah ini. Terimakasih, Laporan bapak ibu kami terima, kami akan tindak lanjuti, hanya ada satu harapan kami, bapa-bapa tindak menyandara kami. Rana ini, kemana yang harus kami lalui, kami akan berupaya" tutur ketua BPD. 

Secara lembaga, BPD Aeramo akan melakukan upaya pendekatan, baik dalam bentuk surat yang akan diberikan kepada Kades Aeramo ataupun pendekatan langsung dengan menemui kepala desa Aeramo untuk meminta pertanggungjawaban atas maslah yang menyandaranya yang dinilai telah melecehkan dan mencederai dirinya Sebagai pemimpin di desa Aeramo. (M.Yasin)