× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Satu Mayat Tanpa Identitas dan Satu Korban Penusukan

Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Satu Mayat Tanpa Identitas dan Satu Korban Penusukan

SHARE
Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Satu Mayat Tanpa Identitas dan Satu Korban Penusukan

Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Satu Mayat Tanpa Identitas dan Satu Korban Penusukan.

Palembang, sidaknews.com - Dua mayat tanpa identitas dan korban penusukan di bawah ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang.

Mayat pertama tiba pada rabu (15/01) Mr X di temukan di rawa Tanjung Senai Indralaya, sedangkan yang kedua kedua kamis (16/01) korban berasal dari desa kerinjing kecamatan Tanjung Rajo. diketahui bernama Najamudin.

Mr X di duga telah meninggal sekitar 2 hari saat di temukan tanpa identitas di dalam rawa dengan kondisi hampir membusuk dan bau menyengat kemudian di bawah ke Rs Bhayangkara Palembang untuk otopsi.

"Kompol Fansuri ahli forensik rs Bhayangkara usai meriksa korban di depan kamar mayat mengatakan korban tanpa identitas atau Mr X lebih 2 hari telah meninggal saat di temukan lagi fornortem atau di periksa juga akan melibatkab inafis dan tak ada tanda kekerasan di tubuhnya sedang pencocokan."Terangnya.

Sedangkan mayat yang kedua Najamudin (49) asal desa Kerinjing kecamatan Tanjung Rajo korban penusukan tiba di Rs Bhayangkara kamis (16/01) dini hari tiba di kamar mayat dengan kondisi sudah meninggal.

Korban meninggal dunia setelah di tusuk sekitar pukul 12.00 Wib Rabu (15/01) saat menghadiri acara atau hajatan di desanya Kerinjing.

Kuat dugaan korban di tusuk saat menikmati hiburan orgen tunggal dan berkelahi atau selisih paham dengan pengunjung lain.

"Laiza kakak korban mengatakan dapat imfornasi melalui handpone sesuler adiknya meninggal di desanya karena ribut saat ada acara, Kakak korban juga berharap  pelaku penusukan terhadap adeknya secepatnya terungkap,"Jelasnya.

Sedangkan kompol Fansuri mengatakan korban mengalami 2 luka tusuk di sebelah kiri tubuhnya. (Iskandar Mirza)