× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda ekonomi Tidak Miliki Aplikasi Daring, Atmadinata: Siswa Diberikan Layanan Tatap Muka Sesuai Protokol Kesehatan

Tidak Miliki Aplikasi Daring, Atmadinata: Siswa Diberikan Layanan Tatap Muka Sesuai Protokol Kesehatan

1665
SHARE
Tidak Miliki Aplikasi Daring, Atmadinata: Siswa Diberikan Layanan Tatap Muka Sesuai Protokol Kesehatan

Kadis Pendidikan Kota Tanjungpinang, Atmadinata.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata mengatakan bahwa pihaknya mengurusi tentang pendidikan dasar pada usia dini, jangan sampai anak yang sudah cukup umurnya tidak sekolah dan karena tidak ada biaya putus sekolah itu harus di selamatkan.

Ada beberapa permasalah di dinas Pendidikan seperti masalah yang saat ini ada orang tua yang ingin anaknya sekolah di sekolah tertentu yang di anggap pavorite, hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata sesuai acara pembukaan aplikasi daring di sekolah Binaan SD 014, Senin (13/7).

"Siapa yang menilai sekolah itu pavorite itu mereka sendiri, pemerintah pusat membuat sistim donasi untuk pemerataan kwalitas pendidikan, supaya tidak ada sekolah pavorite dan sekolah yang tidak pavorite. Dulu seleksi masuk menggunakan nilai, nilai tertinggi dan masuk pada satu sekolah sehingga anak-anak pintar itu berkumpul pada sekolah itu," jelas Atma.

Selama tiga tahun ini pemerintah membuat sistem donasi untuk meniadakan sekolah pavorite itu, Sebelumnya banyak orang tua murid memasukan sekolah anaknya pada sekolah yag di anggap pavorite. Seperti SMP Negeri 4, itu banyak diminati sehingga tidak cukup menampung para murid. Sehingga kelebihan murid itu kita alihkan ke SMP Negeri 6 yang tidak jauh dari sekolah SMP Negeri 4 itu.

"Dalam menghadapi pandemi Covid -19 dinas pendidikan Kota Tanjungpinang melakukan sosialisasi kepada guru-guru dengan membangun aplikasi ini yang nantinya akan disalurkan kepada murid-murid, untuk belajar daring dari rumah, bagi yang tidak memiliki perangkat pendukung.di beri layanan tatap muka dengan dengan ketentuan protokol." jelasnya.

Tidak naiknya siswa berdasarkan aspek sikap pengetahuan dan keterampilan karena itu nomor satu jadi penilaian dan harus mendapatkan sebutan baik kalau tidak, boleh tidak dinaikan, ahklak mulia dan budi pekerti harus di perkuat itu yang diterapkan oleh pusat.

"Dengan cara mengajar para guru-guru yang menggunakan aplikasi daring pemerintah pusat tidak memaksakan untuk mencapai kurikulum karena situasi ini, Pungkasnya. (Dewi)

VIDEO