× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Tiga Perampok Todong Supir di Jalan Lintas Sumatera Ditangkap Polisi

Tiga Perampok Todong Supir di Jalan Lintas Sumatera Ditangkap Polisi

547
SHARE
Tiga Perampok Todong Supir di Jalan Lintas Sumatera Ditangkap Polisi

Palembang, sidaknews.com - Tiga tersangka pelaku perampokan terhadap supir yaitu Octa Kurniawan (25) Zanuri (25) warga Jl. Nila Kandi Kertapati dan Gusti Randa (25) warga Simpang Sungki Kertapati Palembang.

Para tersangka sering merampok supir truk dan pick up di jalan lintas Sumatera seputaran Indralaya dan Kertapati Palembang di tangkap unit 11 jatanras polda Sumsel, Rabu (18/11).

Dari ketiga tersangka yang di tangkap itu dua orang diantara mereka adalah residivis yang pernah di tangkap dan di tahan dengan kasus yang sama.

Modus pelaku melakukan pemalakan di sertai perampokan menggunakan motor dengan mengikuti truk atau pick up yang sedang melintas di lokasi.

Setelah dapat mendekat para komplotan rampok menghentikan kendaraan sasarannya, para bajing loncat itu mengancam dan merampok sopir dengan menggunakan senjata tajam.

Setelah sopir tidak berdaya dan ketakutan baru para perampok merampas harta sopir yang ada seperti uang dan hp.

Dari pengakuan tersangka Octa Kurniawan mengaku sudah sekitar enam kali beraksi diantaranya Keramasan, SPBU dekat Pol Lantas, terminal Karya Jaya Kertapati dan dekat jembatan Musi ll Palembang.

"Kami minta duit dengan paksa sambil menodong korban dengan sajam ke sopir yang kami stopkan, dari hasil rampokan itu biasa kami mendapat hasil sekitar Rp 400 hingga Rp1,5 juta bahkan ada juga hp yang kami ambil," jelasnya.

Aksi yang dilakukan bajing loncat itu biasanya saat subuh sekitar pukul 04.00 wib karena banyak truk dan pick lewat bawah barang dan suasana saat itu sepi.

"Dari hasil rampokan itu uangnya bagi berempat dengan kawan kawan, ada juga yang di buat beli narkoba, sekarang susah cari kerja jadi uangnya untuk kebutuhan keluarga," jelas tersangka.

Sedangkan tersangka Gusti dan Zanuri mengaku baru dua kali ikut dalam aksi bajing loncat itu bersama temannya Octa Kurniawan.

"Sebelumnya aku pernah di tahan selama 10 bulan di Lapas Pakjo pada tahun 2018 dalam kasus yang sama, setelah bebas, baru dua kali ikut dengan Octa terakhir October 2020 melakukan aksi ini, jelasnya.

Dalam aksi ini Zanuri mengaku hanya menunggu di atas motor sebagai joki sementara yang beraksi mencegat dan merampok korban itu kawan yang lainnya dengan turun dan mendekati korban.

Sementara saat terjadi penangkapan ketiga tersangka di tangkap Rabu,(18/11) di rumah Octa saat sedang melakukan pesta narkoba.

Saat penangkapan dua tersangka Octa Kuniawan dan Zanuri terpaksa di kasih tindakan tegas polisi karena melawan dan berusaha melarikan saat akan di tangkap. Sementara satu tersangka komplotan Octa masih di kejar dan masuk DPO polisi.

Kasubdit lll Jatanras Ditreskrimum polda Sumsek Kompol Suryadi S.Ik MH mengatakan unit ll berhasil menangkap tangkap tiga tersangka dan di jerat padal kasus 365 KUHPidana.

"Pelaku sering melakukan tindakan kriminal di seputaran Kertapati dan Indralaya jalan lintas Sumatera.
Korban merupakan sopir truk dan pick up yang melintas membawa muatan, biasa merampas uang dan hp menggunakan senjata tajam," jelasnya.

Mereka secara bergantian menodong menggunakan sajam, sasarannya sopir pick up dan truk dari luar daerah. Ada sekitar tujuh atau delapan Laporan Polisi yang sudah masuk.

"Biaasanya para bajing loncat itu melakukan aksinya dan beroperasi pada subuh sampai pagi hari, tiga pelaku kita amankan, mereka tau sopir dan daerah Keramasan dan terminal Karya Jaya. Kita juga lagi kembangkan dan masih mengejar lima pelaku komplotan lain dengan modus yang sama," pungkasnya. (Iskandar Mirza)

VIDEO