× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumsel Tim Internasional WHO PBB dari Negara Jepang dan Kementrian Kesehatan Kunjungi Lapas Muara Enim

Tim Internasional WHO PBB dari Negara Jepang dan Kementrian Kesehatan Kunjungi Lapas Muara Enim

1020
SHARE
Tim Internasional WHO PBB dari Negara Jepang dan Kementrian Kesehatan Kunjungi Lapas Muara Enim

Tim Internasional (WHO) PBB dari Negara Jepang dan Kementrian Kesehatan Kunjungi Lapas Muara Enim

Muara Enim, sidaknews.com - Kunjungan dari PBB World Health Organization (WHO) atau peninjauan langsung dari Negara luar salah satunya negara Jepang Yohei Yamada dan Kementrian Kesehatan dari Jakarta Dr Rina Handayani Msi, Dr Andini Ayu, Dr Fikri dan Viar Salman dan Stap Frojec, Kesehatan Kabupaten Muara Enim ke Lapas Lelas IB Muara Enim. Jum'at (24/01/2020). 

Tim Joint External Monitoring Mission (JEMM) mendengarkan sekaligus paparan dari kesehatan dalam lapas di tahun 2019 tentang kesehatan dari binaan dalam lapas sekaligus peninjauan surve langsung ke tempat perobatan dalam lapas. 

Kementerian Kesehatan dari Jakarta Rina Handayani Msi menyampaikan "Ucapan terima kasih sudah disambut dengan baik bahwa sistem kesehatan di Lapas Kelas IiB Muara Enim itu sudah cukup baik kemudian sudah ada kerjasama yang cukup erat dengan ilmu kesehatan dinas kesehatan puskesmas sehingga diharapkan penghuni lapas ini kesehatannya tetap terkontrol.

Walaupun berada di tempat yang terbatas tetapi semua kesehatan bisa teratasi dengan baik berkat kerjasama antara lapas dengan Dinas Kesehatan terkait program internasional sebelumnya, kunjungan ini kita dibagi grup untuk untuk secara internasional bukan hanya Indonesia saja tapi ada dari negara lain salah satunya negara India dan kemudian ada negara lain yang tergabung dalam gerakan itu akan dikunjungi secara rutin salah satunya di Indonesia itu dipilih 4 daerah provinsi dari provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Barat kemudian Nusa Tenggara Timur." tukasnya. 

"Dikatakan juga Dr Rina" Untuk Sumatera Selatan itu yang dikunjungi satu Provinsi dan 1 Kabupaten satu Provinsi di Provinsinya di kota Palembang kemudian yang Kabupaten yang dipilih adalah Kabupaten Muara Enim di Lapas Kelas IIB ini.

Kami dari tim WHO dan Kementrian Kesehatan pusat langsung menuju ke Lapas Kelas IIB Muara Enim sangatlah baik dalam kesehatan karena harus bagai mana peduli dengan kesehatan sehingga klinik yang bagus kemudian dari skrining kami terutama untuk TV itu screen-nya berjalan dengan baik, Kemudian kerjasama dengan puskesmas terdekat Muara Enim maupun dinas kesehatan dan rumah sakit itu cukup bagus sehingga tidak ada pasien yang sakit yang terlantar di sini." ucap Kementrian Kesehatan Dr Rina Handayani Msi. 

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim Hidayat. Amd. IP. SH. MM menyampaikan berterima kasi kepada seluruh tim dari WHO Negara Jepang dan Kementerian Kesehatan dari Jakarta serta rombongan kesehatan dari Kabupaten Muara Enim berkunjung sekaligus mengecek tempat pelayanan berobat dalam Lapas Kelas IIB ini.

Kami sampaikan sekilas tentunya kalau secara spesifik untuk kesehatan bagaimana penanganan itu sendiri di atas dan pertama prosesnya kita tentukan dulu perawat khusus yang menangani TV tersebut sehingga untuk mudah observasi secara personal dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota dan Puskesmas Muara Enim ini yang sudah terjalin dengan baik.

Hidayat juga mengatakan "untuk penanganan DBD yang mana mereka juga datang ke sini setiap bulan dan kita juga terhadap tahanan yang baru dan yang lama bahkan pengunjung-pengunjung yang akan berkunjung tetap kami layani, dari hasilnya kita selalu berkonsultasi ke Puskesmas mengirimkan sekutu untuk tindakan. Apabila memang sudah terindikasi orang-orang tersebut apa kena virus tersebut bakteri-bakteri.

" Oleh karena itu kita sudah lakukan pertama menscreening tahanan yang baru dan yang lama sekali waktu yang terlihat, kita semua selalu tetap waspada untuk mencegah penyebaran virus sendiri dan dari kita sudah menentukan perawat untuk menangani pasien tersebut. Dari jumlah penghuni lapas sekarang berjumlah 1174 orang yang mana kapasitas kita sendiri 486 orang sudah 100 persen lebih kami seluruh pegawai lapas tetap bekerja keras dengan warga binaan dalam lapas untuk semua pelayanan" ucap Hidayat. (Agus v)