× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post TNI dan Polri Memprakarsai Perdamaian Kedua Ohoi yang Berselisih di Maluku Tenggara

TNI dan Polri Memprakarsai Perdamaian Kedua Ohoi yang Berselisih di Maluku Tenggara

SHARE
TNI dan Polri Memprakarsai Perdamaian Kedua Ohoi yang Berselisih di Maluku Tenggara

TNI dan Polri Memprakarsai Perdamaian Kedua Ohoi yang Berselisih di Maluku Tenggara

Maluku Tenggara, sidaknews.com - Polres Maluku Tenggara dan Kota Tual bersama Kodim 1503 Tual dan Lanal Tual serta Lanud Dumatubun berhasil memediasi perselisihan antar warga Ohoi Selayar dan Ohoi Namar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, bertempat di Aula Jana Nuraga Polres Malra, Selasa (11/2/2020).

 Kapolres Maluku Tenggara dan Kota Tual AKBP Indra Fadillah Siregar, didampingi Dandim 1503 Letkol Inf La Ode Muhamad Sabarudin, dan mewakili Danlanal Tual Mayor Laut (PM) Albert Alvi Sihotang, dan yang mewakili Danlanud Dumatabun, bersama warga Ohoi Selayar dan Ohoi Namar berdialog dan bersepakat untuk berdamai setelah sebulan lamanya perselisihan antar kedua belah pihak ini terjadi.

Kapolres dalam arahannya mengatakan, pihaknya bersama TNI selalu melakukan mediasi, sehingga (hari ini-red) bisa melaksanakan suatu kesepakatan perdamaian antar dua desa. Dimana kita tau bahwa kita ini satu darah semuanya, yakni orang Kei, semua permasalahan sangat disayangkan jika berlarut-larut. Inilah upaya TNI, Polri untuk menciptakan suasana yang damai dan mempererat kembali hubungan sesama warga Kei khususnya Ohoi Namar dan Selayar, agar kedepannya setiap kali ada permasalahan bisa diselesaikan dengan cara-cara musyawarah dan mufakat.

Selaku Kapolres Maluku Tenggara dan pimpinan TNI, mengucapkan terimakasih atas kesadaran masyarakat Selayar dan Namar untuk turut ikut dalam menjaga Kamtimbas di wilayah Kei.

"Saya berharap, bukan saja di Ohoi Selayar dan Namar tetapi diseluruh wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual, ketika ada masalah yang terjadi di masyarakat, jangan melalui dengan cara kekerasan, biarpun hal kecil dan besar sekalipun, kita menjunjung tinggi hukum larvul ngabal, dan meyelesaikan di atas satu meja," himbaunya. (Aladin)