× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia Rayakan 50 Tahun Keunggulan Pendidikan

Universiti Kebangsaan Malaysia Rayakan 50 Tahun Keunggulan Pendidikan

307
SHARE
Universiti Kebangsaan Malaysia Rayakan 50 Tahun Keunggulan Pendidikan

Universiti Kebangsaan Malaysia 47th Convocation Ceremony, Bangi, Malaysia

Malaysia, sidaknews.com - Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), salah satu universitas tertua di Malaysia, awalnya merupakan universitas rakyat bertaraf nasional yang mempromosikan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengetahuan di dunia, merayakan hari jadinya yang ke-50 pada hari ini.

Saat mengenang berbagai pencapaian UKM sejak 1970, Wakil Rektor UKM, Prof. Dato' Ir. Dr Mohd Hamdi Abd Shukor, berkata: "Siapa yang mengira bahwa sebuah lembaga, awalnya merupakan buah pikiran seseorang untuk mendirikan universitas yang mempromosikan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengetahuan, akan merayakan hari jadinya yang ke-50? Siapa yang membayangkan ide dari para ilmuwan pendiri UKM dapat berkembang menjadi lembaga internasional yang bertanggung jawab atas pendidikan, ekonomi, dan perubahan sosial? Hari ini, kami mengambil kesempatan untuk merayakan ide tersebut dan seberapa jauh langkah yang telah diambil, seraya mempersiapkan keunggulan untuk 50 tahun berikutnya."

UKM berdiri pada 18 Mei 1970, dan mendidik 192 mahasiswa sarjana angkatan pertama di Jalan Pantai Baru, Kuala Lumpur, kampus sementara untuk tiga fakultas yakni Sains, Humaniora, dan Ilmu Agama Islam.

Pada 1975, UKM mendirikan rumah sakit pertama yang menawarkan pendidikan dan pelatihan di Malaysia, Hospital UKM, dan kelak menjadi tempat operasi pemisahan bayi kembar siam yang pertama di Asia Tenggara pada 1981. Pencapaian penting lainnya yang diraih Hospital UKM ialah membuat salah satu embrio beku yang paling awal lewat IVF, dan berhasil memasang implan koklea pertama pada anak berusia sembilan tahun.

Pada era 2000-an, reputasi internasional UKM terus berkembang lewat sejumlah kolaborasi yang terjalin dengan beberapa universitas unggulan, termasuk Oxford University dalam bidang keamanan siber dan informasi perdagangan ASEAN; University of Cambridge dalam "Malaysia-Window-to-Cambridge Program" (MW2C@UKM), serta Royal College of Surgeons, Edinburgh International (RCSEd) yang berusia 513 tahun saat membuka kantor internasional pertamanya di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (sebelumnya bernama Hospital UKM).

Pada 2019, Dr Abdul Rahman Mohmad dari Institute of Micro and Nanoelectronic Engineering (IMEN), UKM, berhasil menjadi peneliti pertama dari lembaga Pendidikan Tinggi asal Malaysia yang tampil sebagai Penulis Utama di Nature Materials.

Kini, UKM merupakan universitas nasional yang lengkap, dan memiliki 200.000 lebih lulusan dari 13 fakultas dan 12 lembaga riset. UKM juga menjadi universitas pembelajaran (teaching university) dan universitas riset yang menyelenggarakan akreditasi secara mandiri. Saat ini, UKM dipimpin Wakil Rektor ke-11, Prof. Dato' Ir. Dr Mohd Hamdi Abd Shukor. Dalam "2020 QS World University Rankings", UKM berada di peringkat ke-39 di Asia dan ke-160 di dunia.

Lebih lagi, "QS World University Ranking" menempatkan 12 program kuliah di UKM di antara jajaran "200 besar dunia". Hal ini menjadi pencapaian luar biasa bagi sebuah universitas yang memelopori pengajaran dan pembelajaran dalam Bahasa Melayu.

Saat ini, UKM juga memperluas penelitiannya tentang pandemi COVID-19 di Diagnostic Laboratory Serviced Department (JPMD), Hospital Canselor Tuanku Muhriz, dan UKM Medical Molecular Biology Institute (UMBI) yang ditunjuk sebagai Laboratorium Tes Diagnostik COVID-19.

Ke depan, UKM akan terus menjunjung nilai-nilai Kolegialitas, Akuntabilitas, Prestasi, Inovasi, dan Integritas untuk mempertahankan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terkemuka di dunia. (red)