× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Usai Berhubungan Badan, PSK Ini Nekat Larikan Motor Tamunya Akibat Tak Bayar

Usai Berhubungan Badan, PSK Ini Nekat Larikan Motor Tamunya Akibat Tak Bayar

990
SHARE
Usai Berhubungan Badan, PSK Ini Nekat Larikan Motor Tamunya Akibat Tak Bayar

Herlina saat interogasi di kantor polisi.

Palembang, sidaknews.com - Herlina (30) warga Jl. Naska ll RT 15 RW 13 kelurahan Sukarami Palembang, seorang Pekerja Sek Komersial (PSK) di tangkap Reskrim Polsek Sukarami. Telah melarikan motor jenis N.Max milik pelanggannya, karena mengaku tidak dibayar usai melakukan hubungan badan.

Kronologisnya, bermula saat keduanya bertemu di Cafe RD di kampung Pulo Gadung kecamatan Alang Alang Lebar Palembang senin (14/09) sekitar pukul 02.00 Wib dan berlanjut ke kamar kost.

Sebelum berhubungan keduanya melakukan negosiasi dan sepakat tarif Rp800 ribu, untuk melayalani. Namun pelanggan ingkar janji tidak mau membayar dengan alasan tidak ada uang. Setelah usai melakukan hubungan badan.

Karena kesal dan marah tidak di bayar Herlina melarikan motor pelanggannya saat tidur pulas usai berhubungan badan. Selanjutnya motor di bawa tersangka ke tempat temannya di kawasan Kertapati Palembang dan di jual seharga Rp5 juta.

"Motor itu ku larikan saat dia sedang tidur dan aku bawah ke tempat kawan di Kertapati. Kawan yang jual Rp5 juta, dan kawan tu juga yang pegang uangnya, aku tidak di bagi cuma biaya makan gratis sekitar satu minggu saja di kasihnya," ujar tersangka.

Diperhitungkan Herlina biaya makannya selama sekitar 1 minggu cuma Rp300 ribu. Herlina mengenang saat berkenalan dengan korban pada malam itu sekitar jam 02.00 Wib di cafe RD, sebelum cafe tutup biasanya tutup jam 03.00 Wib.

"Dia ngajak ngamar di kost dekat cafe RD waktu itu aku usai minum bersamanya. Sebelum ngamar kami sudah sepakat bahwa dia mau bayar 800 tapi dia tipu aku," kenang Herlina.

Sambil menangis Herlina mengaku menyesal, tersangka yang di ketahui status janda beranak dua ini tak punya pekerjaan tetap, sehingga menjadi PSK.

Kapolsek Sukarami AKP. Satria Dwi Dharma. S.Ik saat di komfirmasi membenarkan kasus tersebut, karena perbuatan itu tersangka di jerat pasal 362 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.
(Iskandar Mirza)