× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Warga Lingkungan Nelayan Blitar Resah, Bau Busuk Diduga Limbah Tambak Udang Menyusup ke Pantai Wisata Jolosutro

Warga Lingkungan Nelayan Blitar Resah, Bau Busuk Diduga Limbah Tambak Udang Menyusup ke Pantai Wisata Jolosutro

347
SHARE
Warga Lingkungan Nelayan Blitar Resah, Bau Busuk Diduga Limbah Tambak Udang Menyusup ke Pantai Wisata Jolosutro

Warga saat memunguti ikan yang ditemukan mati di pinggir Pantai Jolo sutro Kecamatan wates Kabupaten Blitar Jawa Timur.

BLITAR, sidaknews.com - Banyak warga di lingkungan nelayan Pantai Wisata Jolosutro Kecamatan Wates Kabupaten Blitar mengeluh karena bau air yang tidak sedap yang di duga tercemar limbah tambak udang.

"Supangat Kades Tugu Rejo mengatakan, sebenarnya kami sudah berkali-kali mengingatkan kepada pemilik usaha tambak udang tersebut, agar jangan membuang limbahnya ke laut. Itu bakal jadi masalah dengan nelayan Kamis (22/10/2020)

"Menurut Supangat, lokasi tambak udang itu berada di sebelah tempat wisata Pantai Jolosutro. Setiap musim panen udang, bau busuk menebar sampai ke lokasi wisata. Selain warga setempat, para penjual makanan dan minuman di lokasi wisata itu juga mengeluhkan baunya.

Diperkirakan itu terjadi sekitar sebulan lalu namun sempat menghilang dan kini muncul kembali bau tak sedap. Usut punya usut, munculnya bau di pantai itu bersamaan musim panen udang tambak, yang dibudidayakan di tepi laut tersebut.Ungkap Supangat.

Jarak Tambak Udang dari laut diperkirakan sekitar 300 meter dan luas sekitar 15 hektare. Meski tambak itu berada di tepi laut namun masuk lahan Perhutani. Entah bagaimana sistem pinjam pakainya, lahan udang itu diduga jadi usaha pribadi pengusaha

" Setiap musim panen udang selalu jadi persoalan, baunya menyengat dimana - mana dan Informasinya, limbah dari panen udang itu sampai mengalir ke laut, sehingga tak hanya memunculkan bau namun juga membuat nelayan kehilangan tangkapan.

Entah karena dampak dari limbah itu atau ada dampak lainya, setiap muncul bau busuk di laut maka ikan laut mendadak menghilang. Nelayan pun akhirnya kesulitan mendapat tangkapan.

"Tambak udang itu tidak memiliki sarana pengolahan limbah, sehingga limbah dibiarkan mengalir ke laut. Dampaknya tidak hanya bau kalau siang hari, namun tangkapan ikan sepi karena kena limbah," paparnya.

Karena tak ada solusi dari pemilik usaha itu, ada warga yang mengadu ke anggota DPRD setempat. Ketua Komisi III, Sugianto menegaskan bahwa masalah lingkungan yang meresahkan warga itu menjadi atensinya.

Bahkan ia berencana mengajak dialog dengan nelayan, kades dan pemilik tambak udang. "Intinya, kami tidak mempersoalkan usahanya. Namun saran kami, dampak dari limbah udang itu diperkecil supaya tidak sampai mencemari laut, seperti yang diadukan warga," ungkap Sugianto.

Ditanya kalau keluhan warga tidak direspons oleh pemilik tambak udang, Sugianto berencana akan melakukan pengecekan ke lapangan.

Krisna Tri Atnanto selaku Kadis Lingkungan Hidup Pemkab Blitar mengatakan, bahwa tidak boleh limbah apapun yang dibuang ke laut.

Meski berupa usaha tambak udang, harus punya pengolahan limbah agar tidak membuang limbahnya sembarangan apalagi sampai mencemari pantai. "Kok kami nggak tahu kalau ada usaha seperti itu," ujar Krisna. (Bas/AdvKmf)