× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Warga Padangsidimpuan Buka Mulut, Pernyataan Neta S Pane Jangan Sampai Merendahkan Marwah Kepolisian

Warga Padangsidimpuan Buka Mulut, Pernyataan Neta S Pane Jangan Sampai Merendahkan Marwah Kepolisian

21824
SHARE
Warga Padangsidimpuan Buka Mulut, Pernyataan Neta S Pane Jangan Sampai Merendahkan Marwah Kepolisian

Pertemuan Neta S Pane Ketua Presidium Indo Police Watch (IPW) dengan Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution didampingi Wakil Walikota Arwin Siregar bersama pejabat pemko Padangsidimpuan lainnya, beberapa waktu lalu.

Sidimpuan, sidaknews.com - Belakangan ini muncul pernyataan Neta S Pane Ketua Presidium Indo Police Watch (IPW) menyebutkan ada oknum Polisi di tuding meminta fee proyek dan menyebabkan kematian istri oknum Kadis dan sempat beberapa jam diperiksa oleh oknum Polisi. Sabtu (26/9/2020)

Tudingan itu berawal dari pernyataan Neta S Pane Ketua Presidium Indo Police Watch (IPW) di beberapa media online.

“Di Kota Padangsidimpuan misalnya, saat ini para Kepala Dinas banyak yang stres menghadapi ulah oknum polisi, bahkan ada seorang istri Kepala Dinas yang sakit dan akhirnya meninggal dunia karena suaminya dipanggil wawancara oleh oknum polisi dari pukul 09.00 wib hingga pukul 23.00 wib selama beberapa kali tanpa diketahui secara jelas kesalahannya."ujar neta. Di kutip dari media Online Tagar. id (15/9/20)

Pernyataan Neta S Pane kontroversial itu sudah di perbincangkan pada kalangan aktivis Pemuda, Mahasiswa dan kalangan masyarakat di Kota Padangsidimpuan. Apalagi pembahasan di warung kopi ini termasuk bahan perbincangan.

Saat ditemui di Warung Kopi sekitaran Jl. Stn. mhd. Arief.(26/9/2020), Mardan Eriansyah Siregar, S.Sos Warga Kota Padangsidimpuan, akhirnya buka mulut terkait kontroversi pernyataan Neta S Pane Ketua Presidium Indo Police Watch (IPW) tersebut.

Dikatakan Mardan, Semalam saya baca di media, Ibu Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini sudah angkat bicara terkait pernyataan Neta S Pane.

"Yang saya ketahui Ibu Kapolres sudah menjawab apa yang disampaikan Neta S Pane terkait tudingannya tidak benar. Intinya tidak benar. Kita siap diperiksa dan dimintai keterangan untuk membuktikan," Ucapnya.

Selaku Mitra kritis Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif di Kota Padangsidimpuan, Mardan berharap agar Penegak Hukum juga selidiki motif pernyataan Kontroversial Ketua Presidium IPW itu.

"Kalau tidak terbukti tudingan itu tidak benar, kan bisa di lapor balik saja, agar tidak menurunkan marwah institusi kepolisian, sehingga kepercayaan publik terhadap Polri terus mengalami tren positif," Cetus mantan aktivis mahasiswa yang hobby mengkritik pemerintah.

Sebelumnya Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH terima kunjungan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di ruang kerjanya, Jum’at (04/09-2020).

Saat berbincang-bincang Neta S Pane menyebutkan bahwa Polisi dan pemerintah itu harus solid, walaupun ada oknum-oknum yang memainkan situasi mengganggu keamanan dan kestabilan ditengah masyarakat. Seusai bertemu Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan. Tampak Hadir mendampingi Sekdako (Letnan Dalimunthe), Asisten III (Hamdan Sukri), Kaban Bapelitbang ( M.Yusar Nasution) dan Kabag Protokol (Nurcahyo).

"Jangan-jangan ini ada kaitannya Neta S Pane usai pertemuan dengan Pemerintah Kota Padangsidimpuan ? Kita kan tidak tau,"tutup Mardan.  

Sementara secara terpisah kepada wartawan, Kapolres Padang Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini mengatakan apa yang disampaikan Neta S Pane tersebut tidak benar. Dia mengaku tidak tau dinas mana saja yang dimintai fee proyek oleh oknum tersebut.

"Tidak benar itu. Silahkan konfirmasi kepada kepala dinas yang disebutkan itu ada gak kita mintai fee proyek," kata Juliani.

Soal istri Kepala Dinas yang disebut Neta meninggal karena stres setelah suaminya diperiksa hingga malam hari, Juliani mengatakan, itu meninggal karena sakit yang dideritanya.

"Intinya tidak benar. Kita siap diperiksa dan dimintai keterangan untuk membuktikan tudingan tersebut," ucap Juliani. (tim)