× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Wilayah Kabupaten Blitar Ada 10 Kecamatan Rawan Longsor, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Wilayah Kabupaten Blitar Ada 10 Kecamatan Rawan Longsor, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

153
SHARE
Wilayah Kabupaten Blitar Ada 10 Kecamatan Rawan Longsor, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Achmad Cholik, Kepala BPBD Kabupaten Blitar.

Blitar, sidaknews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar selalu meng-update situasi terkait dengan bencana alam. Salah satunya adalah dengan memetakan daerah-daerah yang rawan terhadap bencana alam setiap tahunnya. Karena pola cuaca dan iklim sangat berpengaruh terhadap peristiwa bencana alam.

Ancaman bencana alam pada umumnya terjadi pada saat musim penghujan, biasanya bencana alam yang biasa terjadi adalah angin puting beliung dan tanah longsor. Dengan terus melakukan pemantauan terhadap daerah yang diprediksi rawan bencana. BPBD Kabupaten Blitar berupaya untuk meminimalisir dampak dari bencana alam tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, telah memetakan sejumlah wilayah kecamatan yang rawan bencana longsor. BPBD Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.Karena sudah mendekati musim penghujan, bencana alam berupa tanah longsor bisa terjadi.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG, menyebutkan, diakhir tahun dan awal tahun baru akan terjadi curah hujan tinggi dan perubahan iklim yang sangat cepat akibat dari pengaruh fenomena La Nina.


Achmad Cholik,Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Jumat (20/11/2020) mengungkapkan, antipasi bencana tanah longsor telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Diantaranya BPBD sudah melakukan sejumlah mitigasi kebencanaan, baik sosialisasi maupun bimbingan teknis kepada stakeholder, relawan maupun masyarakat.

“Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut kami sudah melakukan sejumlah mitigasi bencana,” ungkap Cholik.

Dikatakannya juga, BPBD Kabupaten Blitar telah memetakan daerah rawan bencana tanah longsor di wilayahnya.Berdasarkan pemetaan ada 10 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana longsor. Yakni Garum, Gandusari, Doko, Wlingi, Kesamben, Selorejo, Bakung, Wates, Panggungrejo dan Kademangan.

“Kesepuluh daerah tersebut masuk kategori rawan karena merupakan daerah perbukitan. Daerah tersebut sering terjadi musibah tanah longsor,” imbuhnya.Lanjutnya, ? Achmad Cholik, berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di masa perubahan cuaca ekstrem, di samping imbauan untuk tidak panik, warga juga diimbau untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kami meminta kepada masyarakat tetap tenang dan waspada untuk tidak panik. Imbauan ini bisa dijadikan referensi supaya mereka terus siaga dan waspada terutama saat hujan lebat disertai kilat melanda di wilayah rawan longsor." pungkasnya. (Bas/sdv/Kmf)