× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda tebagsel Zahra Penderita Hydrosefalus di Sidimpuan Kembali Mendapat Tali Asih dari AKBP Hilman Wijaya

Zahra Penderita Hydrosefalus di Sidimpuan Kembali Mendapat Tali Asih dari AKBP Hilman Wijaya

SHARE
Zahra Penderita Hydrosefalus di Sidimpuan Kembali Mendapat Tali Asih dari AKBP Hilman Wijaya

Kasi Keu Polres Padangsidimpuan Ajun Inspektur Polisi satu (Aiptu) Risdianto SH,MM, mewakili Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya S.IK.MH ketika memberikan Santunan kepada zahra penderita Hydrosefalus.

 SIDIMPUAN, sidaknews.com - Zahra (9) Anak perempuan pasangan dari suami istri, Edi Saputra dan Sri Suryani warga Jalan Lestari Kelurahan Ujungpadang (Es Deli), Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, kota Padangsidimpuan penderita penyakit Hydrosefalus (Kepala Besar) kembali mendapat bantuan dari Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya S.IK.M.H.

Jajaran Polres Padangsidimpuan turun langsung ke kediaman keluarga zahra dan memberikan santunan dan tali Asih kepada orang tua Zahra.

Kasi Keu Polres Padangsidimpuan Ajun Inspektur polisi satu (Aiptu) Risdianto SH,MM., mewakili Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya S.IK.MH, mengatakan, santunan yang diberikan kepada keluarga Zahra penderita Hydrosefalus berupa uang tunai. Santunan tersebut diterima langsung oleh Edi saputra dan Sri Suryani orang tua kandung zahra yang berprofesi Penjual makanan ringan.”Semoga dapat membantu meringankan, dan memenuhi kebutuhan keluarga,” terang Ridianto saat berada di rumah Zahra, Selasa (10/12) sekira pukul 14.30 Wib.

Menurut keterangan dari Sri Suryani, Awalnya Zahra hidupnya normal seperti anak seusianya. Namun, tiba-tiba anak tersebut jatuh sakit dan gejala hidrosefalus yang diderita Zahra sejak berusia tiga bulan. Saat itu, ukuran kepalanya lebih besar dari ukuran tubuhnya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini kini kondisinya memprihatinkan. Selain menderita hydrosefalus, Zahra pun mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Sejak kepala anak ini membesar, keluarga kurang mampu tersebut baru satu kali membawanya berobat secara medis ke rumah sakit Adam Malik Medan.

Akibat keterbatasan ekonomi menjadi alasan keluarga untuk merawat seadanya saja, apalagi Edi Saputra yang merupakan ayah Zahra sudah tidak bisa lagi beraktivitas karena juga menderita penyakit.

Karena kekurangan dana dan keadaan ekonomi keluarga yang sangat minim, sehingga dengan terpaksa kami memutuskan untuk membawa pulang anak kami tersebut kembali ke rumah usai menjalani operasi,” terang Sri kepada Aiptu Risdianto dengan nada yang sedih.

Seiring masa pertumbuhan anaknya, lanjut Sri, benjolan di kepala anaknya tersebut justru membesar hingga saat ini. “Jangankan untuk berobat, untuk memenuhi kebutuhan hidup kami saya terpaksa kerja serabutan dan mengandalkan dari belas kasihan saudara dan tetangga, karena suami saya juga tidak bisa bekerja apa-apa karena menderita stroke ringan,” kata Sri Suryani.

Sri suryani sangat berterima kasih atas bantuan yang diperoleh dari bapak kapolres untuk kedua kalinya trimakasih atas perhatian dan kepedulian beliau memperhatikan kami, masyarakat miskin ini, sehingga dengan bantuan ini, bisa di pergunakan untuk biaya pengobatan Zahra, kami sekeluarga sekali lagi mengucapkan terimakasih banyak, seraya mendoakan AKBP Hilman dan keluarga serta jajaran di ridhoi Allah dalam meniti karier, semoga AKBP Hilman menjadi orang penting di jajaran kepolisian, tutupnya dengan nada terharu. (sabar)

VIDEO